gallery-item

DESKRIPSI BUKU

Ketidakharmonisan peraturan perundang-undangan  ini menimbulkan ketidakpastian hukum dan risiko bagi para direksi persero untuk mengambil keputusan bisnis mengingat dalam praktiknya doktrin BJR telah diabaikan.  Pada kenyataannya, dari berbagai kasus yang muncul, kita menyaksikan direksi BUMN dapat saja setiap saat dituduh merugikan negara kendati keputusan yang diambilnya itu sudah berdasarkan prinsip-prinsip bisnis rasional dan berpijak pada tata kelola yang baik (good corporate governance).

Hal ini  berdampak negatif  dalam upaya membangun BUMN yang tangguh,  berdaya saing, dan bernilai tambah.  Ketika BUMN dihadapkan pada tantangan berskala global, seharusnya ada kepastian bahwa para direksi mendapat kesempatan mengambil keputusan dengan standar-standar global sehingga dapat bersaing dalam arena permainan yang setara dengan para direksi badan usaha bukan BUMN.

Dalam buku  ini, yang didasarkan pada disertasinya yang berjudul Penerapan BJRdalam Restrukturisasi Transaksi Komersial PT (Persero) Berdasarkan UU No 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas, Dr. Prasetio menjelaskan dengan meyakinkan bahwa  keputusan bisnis direksi persero untuk melakukan restrukturisasi transaksi komersial persero,  khususnya yang terkait dengan transaksi dan/atau investasi, harus dilakukan berdasarkan fiduciary duty yang memenuhi unsur-unsur doktrin BJR dengan menerapkan sistem pengendalian internal (internal control-system) yang efektif, manajemen risiko yang mengutamakan kualitas proses kehati-hatian (prudent risk management) dan kebijakan akuntansi manajemen maupun keuangan yang konservatif, serta sistem pengawasan (audit) internal maupun eksternal persero yang independen.

 

Judul Buku     : DILEMA BUMN. Benturan Penerapan Business Judgment Rule (BJR) dalam Keputusan Bisnis  Direksi BUMN
Penulis    : Prasetio
Penerbit    : Rayyana Komunikasindo
Terbit        : Mei 2014
Halaman    : VIII + 448
ISBN        : 978-602-14081-8-6
Harga        : Rp 100.000