gallery-item

DESKRIPSI BUKU

Kisah hidup Maximus Tipagau ini unik, lucu, lugu, kadang gila, tapi dramatis dan sangat inspiratif. Kedramatisannya tampak dari perubahan nasibnya yang berbalik 180 derajat.  Dari seorang anak yang nyaris tak punya masa depan, yatim piatu sejak usia tujuh tahun, diabaikan lingkungannya, tak tamat SD, buta huruf, hidup di daerah terpencil yang terisolir di Pegunungan Tengah Papua, namun berkat tekadnya yang kuat ia bisa mengubah hidupnya dengan caranya sendiri.

Siapa sangka dengan kemauan belajarnya yang tinggi ia bisa bekerja di PT Freeport Indonesia saat usianya masih 14 tahun. Dan siapa yang menduga pula, kini ia menjadi salah satu staf di Istana Presiden Joko Widodo dan sempat memimpin delegasi ekonomi Indonesia dalam suatu kunjungan ke Tiongkok untuk pengembangan ekonomi Papua. Ini pencapaian yang luar biasa bagi seorang anak Papua yang baru berusia menjelang pertengahan 30-an tahun.

Maximus lahir pada tahun 1983 di pegunungan tengah Papua dari suku Moni yang tinggal di wilayah yang terisolasi secara geografis. Keterpencilan itu membuat sarana pendidikan dan kesehatan sulit diperoleh. Meski begitu ibunya menyelipkan mimpi tentang pentingnya pendidikan meskipun tak begitu jelas apa target yang ingin dicapainya. Sementara ayahnya memimpikannya menjadi panglima perang bak gladiator seperti dirinya.

Tetapi mimpi itu berantakan ketika ayahnya meninggal setelah dikeroyok sekelompok orang yang menyabot tanahnya. Kematian terjadi setelah sang ayah mengalami sakit parah berbulan-bulan pasca-pengeroyokan tersebut tanpa ada perawatan medis. Sekitar setahun setelah kematian ayahnya, ibunya meninggal karena infeksi rahim juga tanpa perawatan medis.

Sepeninggal orangtuanya, hidup Maximus terkatung-katung. Adiknya dititipkan pada neneknya. Sementara Maximus hidup sendiri. Untuk menyambung hidup, ia menjadi kuli angkut barang yang bisa dilakukan oleh seorang anak usia delapan tahun di lapangan terbang Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua. Barang yang dibawanya semacam tas penumpang, khususnya orang asing untuk dibawa sejauh 4-7 km dengan berjalan kaki.
 

Judul         : Maximus & Gladiator Papua,  Freeport’s Untold Story
Penulis    : Maximus Tipagau
Editor        : Den Setiawan & Salim Shahab
Halaman     :  XXIII + 419
Ukuran    : 14 x 21 cm
Cetakan 1    : September 2016
ISBN        : 978-602-70792-7-4
Penerbit    : Rayyana Komunikasindo
Harga        : Rp. 105.000