Nono Zainudin dalam Kenangan Sahabat Bank Niaga

Nono Zainudin atau lebih populer dengan panggilan Mas Nono atau Pak Nono (NZ) berpulang pada 19 Januari 2019 di Jember, kota asalnya. Kepergian beliau dirasakan sebagai kehilangan yang sangat mendalam oleh para Sahabat Bank Niaga.

Buku ini merupakan ungkapan rasa cinta dan penghormatan kepada NZ, sosok yang oleh para Sahabat Bank Niaga dirasakan telah berjasa baik kepada Bank Niaga maupun kepada pribadi-pribadi di dalamnya, khususnya dalam pengembangan karakter dan karier mereka. Rasa cinta dan penghormatan tersebut dituangkan dalam bentuk tulisan berupa testimoni tentang Mas Nono.

Ada 48 orang kontributor yang merupakan Sahabat Bank Niaga yang berpartisipasi dalam buku ini. Diantaranya, Agus Martowardojo, A. M. Hatta, Arwin Rasyid, Glenn S. Yusuf, Gunarni Soeworo, Jos Luhukay, Prasetio dan lainnya. Sebagian besar menulis sendiri kesan dan kenangan mereka tentang Mas Nono, sebagian lainnya menyampaikannya dalam wawancara yang kemudian dituliskan dan disunting oleh editor buku ini. Dari kesan dan kenangan itu makin tampak jelas sosok Mas Nono yang mengagumkan dan, pada saat yang sama, makin terungkap pula sebuah masa penting dalam pembentukan kultur sebuah bank yang di kemudian hari–dan sampai sekarang–dikenal sebagai salah satu bank terbaik di Tanah Air, yaitu Bank Niaga (sekarang CIMB Niaga).

Begitu terasa akrab dan dekatnya Mas Nono Zainudin bagi sebagian besar kalangan yang pernah bergabung dengan Bank Niaga, sehingga tanpa disadari catatan-catatan tertulis tentang diri beliau ternyata tidak banyak. Kehadirannya yang begitu nyata, figurnya yang selalu ada di berbagai peristiwa, dan kehangatan sikapnya yang tidak pernah membuat jarak, tampaknya telah membuat kita yang mencintainya terlupa untuk membuat atau mengabadikan riwayat Mas Nono dalam tulisan.

Buku ini kami sajikan dalam lima bagian. Pertama, sambutan dan pengantar. Kedua, penyajian sosok Mas Nono dari sejumlah kontributor yang relatif mendalam dalam memberikan testimoni. Ketiga, tulisan dari kontributor yang lebih pada sisi emosional dan relatif singkat. Keempat, ungkapan doa untuk sahabat. Dan yang kelima, galeri foto.

Layak dibaca oleh para bankir, mahasiswa perbankan, dan masyarakat umum.